Rabu, 13 Juli 2011

"HALIK KU AING"

Bila Kita mengingat kembali Sejarah Besar Persib di Pentas Liga Terbesar dan Bergengsi di Indonesia ,tentu kita ingat sejarah yang tak akan terlupakan dan akan selalu tercatat di hati bobotoh yang menyaksikan "Sang Maung Bandung" yang Pertama kali Menjuarai Liga Indonesia, dengan goal semata wayang yang dilesakan oleh Sutiyono Lamso ke Gawang Petrokimia Putra, Peran dari Seorang Libero yang sangat tangguh dilapangan dan disegani lawan saat itu siapa lagi kalau bukan Kang Robby  Darwis lahir di Lembang 31 Oktober 1965 dengan nomer 6 sebagai nomer keramatnya.





Kang Robby memang di anugrahi bakat yang menjulang dan demikian pula dengan kepemimpinannya yang sangat menonjol. sebagian besar waktu karirnya dihabiskan dengan menjadi Kapten di Klub maupun di TimNas Indonesia yang dijuluki Macan Asia dan disegani saat itu. Kang Robby sempat memperkuat timnas Indonesia sebanyak 53 kali dan mencetak 6 Gol, dan juga ikut mempersembahkan piala emas SEA GAMES pada tahun 1987 dan di tahun 1991 juga beliau juga pernah menjuarai piala Sultan Hasanah Bolkiah pada tahun 1986 , sebelum gantung sepatu pada tahun 1997 setelah mengabdi selama 10 tahun. Gelar Pemain Terbaik Indonesia diraih pada tahun 1987 dan Kang Robby Darwispun kembali Dianugrahi sebagai pemain Legendaris Indonesia pada Final Copa Indonesia tahun 2007.

Robby Darwis Memang ditakdirkan untuk menjadi Seorang Legendaris dan Bintang sepakbola di negeri ini ,Bakatnya terlihat oleh seorang Pelatih Berkebangsaan Polandia yang bernama Marekz Janota di awal tahun '80-an, Bentangan jalan karir seakan terhampar Mulus untuknya. Beliaupun tumbuh di Atmosfer sepak bola Bandung yang sudah dikenal oleh dunia sebagai Atmosfer sepakbola terhebat se Indonesia, bersama rekannya Kang Adjat Sudrajat , kang Robby mewakili generasi persib yang paling mencorong di Pertengahan '80-an dan '90-an.
Sangatlah tidak berlebihan jika Kang Robby darwis dianggap sebagai wakil generasi Emas Persib yang paling bercahaya. Setidaknya jika Kiprah di Timnas dijadikan Parameternya. Total 10 tahun (1987-1997) beliau mengenakan Seragam Merah Putih dan sebagian besar waktu karir di Timnas ia lalui sebagai Seorang Kapten.





Kiprahnya menjejakan Kesan tersendiri bagi publik bola Bandung. Sebab, setelah ia Pensiun tidak ada lagi pemain persib yang dipercaya menjadi Pemanggul Komando di Timnas.Tak heran bila sampai saat ini nama Kang Robby Darwis selalu dipersonifikasikan dengan Romantisme Kejayaan Persib tempo dulu.
Tidak ada pemain yang punya karakter yang khas dan kuat seperti Kang Robby. Karakternya semasa aktif membela panju tim Pangeran Biru maupun timnas sangat identik dengan "tukan sapu bersih" kepemimpinannya di lapangan Hijau saat di hormati oleh semua pemain yang berada dibawah komandonya. tidak ada satu orang pemain yang berani untuk menampik perintahnya, pekikan kata HALIK KU AING pun sohor menjadi salah satu kata penyemangat untuk menyulut semangat para punggawa persib yang berada di bawah performa terbaiknya, kata HALIK KU AING memilki makna yang dalam bagi publik bola Bandung khususnya bobotoh Persib, Bobotoh percaya bila kang Robby telah mengeluarkan Kata-kata tersebut beliau akan mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mencetak Goal ke gawang lawan, padahal kita tahu dia adalah seorang libero, kesempurnaan Kang Robby Darwis tidak akan bisa terlupakan khususnya oleh Bobotoh Persib.

sebuah pengakuan yang sangat wajar, mengingat persib sempat menancapkan kukunya dengan amat dalam di altar sepak bola nasional semasa Kang Robby Masih aktif, bersama koleganya di generasi emas Persib, tiga gelar juara perserikatan dan satu trofi liga Indonesia ia persembahakan untuk para Bobotoh.
Kang Robby menganggap keempat gelar itu sama-sama mengesankan gelar di kancah perserikatan yang direbut pada musim 1985-86, dianggap sebagai gerbang presatasi generasi emas persib. Keberhasilan itu terasa sangat berarti karena sebelumnya tim pangeran Biru sempat merasakan pahitnya terlempar ke Divisi 1 pada tahun 1978.

Gelar yang sekaligus juga mengakahiri masa paceklik prestasi selama 25 tahun." sedangkan gelar juara perserkatan 1989-90 menjadi jawaban atas kegagalan generasi emas pada tiga musim setelah merebut gelar pertama.


Tahun 1991 kang Robby sempat pindah ke klub Malaysia Kelantan FC. Namun aral tak dapat diduga , baru sekali bertanding beliau terkena sanksi tidak boleh bermain selama satu tahun, banyak pihak di Indonesia hal ini dilakukan Malaysia karena tidak ingin Kang Robby bertanding di SEA GAMES 1991 akan tetapi Kang Robby tetap bermain dan Indonesia menjadi Juara, selapas dari Malaysia Kang Robby kembali membela Persib sampai tahun 1997 dan menutup Karirnya sebagai sebagai Pesepakbola yang disegani di Pentas Sepak Bola Nasional Bersama Persib Bandung.

Kang Robby Darwis Beristrikan Suci Guntari saudara mantan tandemnya di Persib Bandung Yaitu Kang Yudhi Guntara dan dikaruniai 4 orang anak yaitu Canigia Fikri Robiana, Careca Raka (alm), Ratu Najra yang sering dipanggil Bulan dan Ratu najdah yang sering dipanggil Bintang. Kang Robby berprofesi sebagai pegawai bank BNI 46 Bandung tetapi cuti untuk menjadi asisten pelatih Persib (memiliki lisensi B) dan sekarang sedang mengikuti Kursus Lisensi A , sebelumnya Kang Robby sempat melatih ProDuta selama 2 musim yang sekarang telah pindah ke Jogjakarta dan melatih Persikab kabupaten Bandung.

Dan kecintaan Kang Robby Darwis pada Sepakbola tidak hilang begitu saja , beliau mendirikan sekola sepak bola yang diberi nama SSB Robby Darwis di daerah kelahirannya Lembang dengan obsesi ingin melahirkan  pemain-pemain yang berkualitas yang pada saatnya akan memperkuat Persib dan Timnas mengikuti Jejaknya dahulu.

Senin, 11 Juli 2011

SEJARAH VIKING PERSIB CLUB

Melihat rangkaian sejarah perjalanan Viking Persib Club, maka para Vikers (anggotanya) akan selalu bercermin pada perjalanan Persib Bandung dalam mengarungi Samudra kompetisi sepakbola Indonesia, baik pada saat Kompetisi Perserikatan maupun pada saat Liga Indonesia.Berawal dari perjalanan prestasi “Sang Maung Bandung” yang begitu membanggakan dan menggetarkan dunia persepakbolaan Indonesia, khususnya pada dekade 1985 hingga dekade 1995, dimana Persib mampu memberikan suatu kebanggaan kepada para pencintanya, dengan tampil lima kali berturut-turut pada partai final Piala Presiden (Perserikatan kala itu), dan tiga kali diantaranya Persib berhasil tampil sebagai “Kampioen”, yang kemudian berlanjut dengan merebut gelar “Juara” untuk pertama kalinya pada kompetisi format baru, yaitu Liga Indonesia. “Totalitas” yang telah diberikan oleh Persib kepada para pencintanya, kemudian dijawab kembali dengan “Totalitas” oleh sekelompok Pendukung Fanatik Persib yang kala itu sering menempati Tribun Selatan Stadion Siliwangi. Tercetuslah ide untuk membentuk sebuah kelompok Bobotoh demi melestarikan dan menjaga kebesaran nama Persib,disamping untuk menyatukan aspirasi serta kesamaan rasa cinta kepada “Sang Idola” Persib Bandung. Melalui beberapa kali pertemuan yang cukup alot dan memakan waktu, akhirnya terbentuklah sebuah kesepakatan bersama. Tepatnyapada Tanggal 17 Juli 1993, disebuah rumah dibahu jalan Kancra no. 34, diikrarkanlah sebuah kelompok Bobotoh dengan nama ….. VIKING PERSIB CLUB. Adapun pelopor dari pendiriannya antara lain ; Ayi Beutik, Heru Joko, Dodi “Pesa” Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat dengan dihadiri oleh beberapa Pioner Viking Persib Club lainnya, yang hingga kini masih tetap aktif dalam kepengurusan Viking Persib Club. Nama VIKING diambil dari nama sebuah suku bangsa yang mendiami kawasan skandinavia diEropa Utara. Suku bangsa tersebut dikenal dengan sifat yang keras, berani, gigih, solid, patriotis, berjiwa penakluk, pantang menyerah, serta senang menjelajah. Karakter dansemangat itulah yang mendasari “Pengadopsian” nama VIKING kedalam nama kelompok yang telah dibentuk. Secara demonstratif, Viking Persib Club pertama kali mulai menunjukan eksistensinya pada Liga IndonesiaI — tahun 1993, yang digemborkan sebagai kompetisi semi professional pertama di Tanah Air kita. Slogan “PERSIB SANG PENAKLUK” begitu dominan terlihat pada salah satu atribut yang dipakai anggotanya. Perjalanan waktu, kebersamaan,hubungan pertemanan, serta kesamaan rasa cinta yang telah terbina, pada akhirnya telah menjadikan Viking Persib Club sanggup bertahan hingga saat ini, bahkan semakin berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah nusantara. Idealisme Viking Persib Club Viking Persib Club adalah sebuah kelompok bukanlah organisasi atau fans club dengan segala aturan-aturan formal yang mengikatnya.Setiap anggota atau Vikers adalah bagian dari sebuah “Keluarga”, …. Dan layaknya sebuah Keluarga, keberagaman sifat dan tingkah laku yang berada didalamnya adalah merupakan sesuatu hal yang lumrah, dan Viking akan selalu berusaha untuk mengakomodir keberagaman tersebut. Kelompok Suporter dapat dikatakan sebagai kelompok sosial, karena didalamnya terdapat sekumpulan individu yang berinteraksi secara bersama-sama serta memiliki kesadaran keanggotaan yang didasarkan oleh kehendak dan prilaku yang disepakati. Seperti kebanyakan kelompok-kelompok Bobotoh lainnya yang turut terlahir sama seperti halnya Viking Persib Club, yaitu secara Grass Root (dari arus bawah), maka Viking Persib Club memiliki cara atau cirri khas dalam menyikapi setiap permasalahan anggotanya. Hubungan pertemanan dan kekeluargaan yang tulus, erat tanpa pamrih serta rasa persaudaraan yang tinggi menjadi modal yang kuat bagi VIKING untuk terus eksis selama beberapa dekade. Keanggotaan Viking Persib Club yang semakin besar, jelas menuntut sebuah tanggung jawab serta pengaturan yang sedemikian rupa secara professional, agar dapat lebih terukur dari segi pendataan, keuangan, rutinitas maupun manajerial, yang tentu saja membawa dampak tanggung jawab yang sangat besar bagi kepengurusan Viking Persib Club. Namun tentu saja semua formalitas tersebut tidak akan menghilangkan warna, ciri khas serta karakter Viking Persib Club. “Viking tetaplah Viking! Dia harus bercirikan kedekatan yangtulus antar anggotanya dan berkarakter sebagai sebuah keluarga ataupun geng” Viking Persib Club murni lahir secara independen berdasarkan inisiatif dari para Bobotoh dari golongan grass root. Dalam pandangan Viking, supporter tidak hanya berperan sebagai “tukang sorak” saat menyaksikan dan mendukung kesebelasan kesayangannya, tetapi peran supporter harus lebih dari itu! Dia harus menjadi pembangkit semangat saat tim kesayangannya jatuh bangun menunaikan tugasnya dilapangan.Supporter juga harus menjadi kekuatan tambahan bagi para pemain dilapangan, …… intinya, supporter harus menjadi pemain ke-12! Dan VIKING ingin menjadi pemain ke-12 bagi PERSIB. Pada saat ini, …… ketika sepakbola sudah menjadi industri, Peranan Bobotoh buat PERSIB pun menjadiberkembang tidak hanya sebagaiobjek pelengkap saja. Bobotoh seharusnya menjadi bagian dari prestasi dan keberhasilan yang dicapai oleh PERSIB. Berangkat dari sana, ….. Viking Persib Club pun mulai mengembangkan sayapnya dalam berbagai bentukaktualisasi diri, mulai dari peningkatan pengkoordiniran massa dengan dibentuknya “distrik” di berbagai wilayah pada kantung-kantung Bobotoh,Penjualan Merchandise, pembuatan album kompilasi Persib, hingga tour organizer yang menyelenggarakan pemberangkatan rombongan Bobotoh ketika mendukung PERSIB apabila bermain tandang. Kepemimpinan & Kepengurusan Viking Persib Club Sejak awal berdirinya hingga saat ini, ….. Viking Persib Club diketuai oleh Heru Joko, dengan Panglima — Ayi Beutik. Pertanyaan yang muncul, ……. Mengapa harus ada figur panglima? Jawabannya singkat saja, karena Bobotoh terikat secara emosional, dan mereka mengikatkan diri kepadaPERSIB dan juga kepada sesama pendukung Persib. Kata Panglimadisini adalah sosok “Ibu” dalam keluarga, pengasuh bagi anak-anaknya, sosok yang memimpin serta melindungi para anggota apabila terjadi sesuatu dilapangan. Sedangkan jabatan Ketua Umum yang disandang Heru Joko, adalah sebagai figurekharismatik yang memiliki fungsi politis keluar organisasi atau kelompok lain. Lain halnya dengan Yoedi Baduy yang menjabat sebagai Sekretaris Umum, ia mengelola dan mengkoordinir segala bentuk kegiatan secara administratif. Bisa dikatakan ketiganya adalah pemimpin atau leader Viking Persib Club, yang tentu saja ditopang oleh pentolan-pentolan Viking Persib Club yang lainnya, seperti ; Yana Ewok, Asep “Ucok”, Yana Bool (Mr. Y), Dadan Gareng, Boseng, Odoy, Pesa dan Hendra Bule. Dan yang tak kalah pentingnya lagi, …… kontribusi Distrik-distrik Viking Persib Club yang saat ini sudah tersebar diberbagai wilayah , seolah menjadi elemen penting lainnya bagi pendobrak berkembangnya Viking Persib Club dewasa ini. ( viking cyber )

Senin, 14 Maret 2011

SUKU BADUY

Tenun Baduy memang belum setenar tenunan dari wilayah lainnya di Indonesia, seperti tenun songket. Padahal, tenun Baduy tak kalah uniknya dengan kain khas Nusantara lainnya dan disukai hingga ke mancanegara. Sejumlah komunitas tenun nusantara pun mulai melirik tenun Baduy untuk dijadikan bahan baku fashion.
Tenun Baduy yang memiliki kekhasan unik baik dari segi bahan maupun warnanya, ternyata juga sudah pernah masuk ke pasar Eropa dan Timur Tengah, konon dari hasil tenun yang terbuat dari benang kapas warna hitam atau hitam bergaris putih, dan tekstur kainnya yang kasar, justru membuat peminat merasa nyaman dan cocok dengan cuaca di Eropa dan Timur Tengah.Walaupun kuantitas yang dipasarkan ke Eropa dan Timur Tengah masih tidak sebanding dengan permintaan pasar. Namun melihat kenyataan demikian temyata tenun Baduy asli Banten banyak digemari
Kini tenunan baduy mulai sedikit ada perubahan. Dahulu ukuran tenun baduy itu lebarnya hanya 90 centimeter, kini bisa dibuat sampai 150 centimeter. Kalau panjangnya kan ukuran sepanjang-panjangnya
Dengan ukuran yang baru tersebut, tenun baduy dapat dengan mudah dikreasikan menjadi produk fashion yang lebih bernilai tambah. Karena ternyata produk fashion berbahan baku tenun baduy juga dimulai diminati masyarakat luas. Selain program pembinaan, yang bisa dilakukan Disperindang Banten yakni segera mendaftarkan karya tenun Baduy Banten sebagai hak paten milik dan karya budaya asli Suku Baduy Banten.

Konformitas dalam Bentuk Penampilan

Konformitas dalam bentuk penampilan akan terlihat pada pakaian dan tampilan keseharian orang Baduy, serta permukiman atau rumah orang Baduy.
a) Pakaian dan tampilan keseharian orang Baduy. Pakaian Baduy Dalam berwarna putih dan hitam. Bahannya dibuat sendiri dari serat daun pelah yang ditenunkan oleh warga panamping. Lelaki tangtu menutupi tubuhnya dengan tiga bagian, yaitu: (1) ikat kepala berwarna putih (kecoklatan) yang sering disebut iket, telekung atau romal terbuat dari kain berbentuk segitiga, (2) baju berwarna putih, (3) sejenis kain sarung dengan panjang sekitar 30-40 cm, berwarna biru tua.
Baju yang dikenakan berlengan panjang, seperti kaos, tanpa kerah dan kancing. Sejenis kain sarung yang berfungsi sebagai penutup tubuh bagian bawah disebut aros, biasa dikenakan dengan cara dililitkan di pinggang kemudian diikat memakai tali dari kain, mirip ikat pinggang dengan ukuran sampai lutut. Lelaki Baduy Dalam (tangtu) tidak mengenakan celana dalam.
Adapun pakaian perempuan tangtu terdiri dari (1) kemben ’sejenis selendang’ yang digunakan untuk menutup tubuh bagian atas atau baju kaos dan (2) lunas atau kain untuk menutupi tubuh bagian bawah. Seringkali di kalangan orang tua, hanya menggunakan kain lunas saja. Perempuan tangtu juga tidak mengenakan pakaian dalam.
Pakaian Baduy Luar juga terdiri dari tiga bagian, (1) ikat kepala, (2) baju, dan (3) kain sarung atau calana komprang, sejenis celana pendek berukuran sebatas lutut. Warna khas pakaian warga panamping adalah hitam dan biru tua bermotif batik atau bergaris putih. Kain pakaian yang digunakan biasanya datang dari luar Baduy, seperti dari pasar Rangkasbitung, Tanah Abang Jakarta atau daerah lain yang kemudian di jahit dan ditenun sendiri.
Pakaian disebut jamang komprang atau mirip dengan baju orang tangtu hanya saja berkancing dan biasa memakai dua lapis, bagian dalam berwarna putih alami, sedangkan bagian luar berwarna hitam atau biru tua. Calana komprang yang dikenakan laki-laki Baduy Luar juga berwarna hitam atau biru tua.

Adapun pakaian perempuan Baduy Luar adalah kebaya berwarna biru dan kain dengan warna yang sama. Bahan pakaiannya juga diperoleh dari luar daerah. Namun, pakaian pada orang panamping baik lelaki maupun perempuan, hampir serupa dengan pakaian yang digunakan oleh masyarakat pedesaan di Banten umumnya. Keseragaman orang Baduy dalam berpakaian ini dilakukan karena:
Pertama, merupakan ajaran dari leluhur harus seragam. Kedua, ciri khas kelompok, kalau tidak seragam nanti tertukar antara orang Baduy dengan orang non Baduy dan intinya jangan sampai menyerupai penampilan orang luar. Ketiga, warna hitam-putih sebagai lambang dari waktu malam dan siang. Artinya manusia itu jangan terlalu banyak pikiran, sebab alam saja hanya ada dua pilihan: malam atau siang; ada senang, ada susah; ada gelap ada terang, dan itu abadi.
Baik orang tangtu maupun panamping tidak beralas kaki, hal ini dilakukan karena: Pertama, ketentuan mutlak leluhur jadi harus seragam. Kedua, kalau pakai alas kaki, nanti menghilangkan ciri khas Baduy. Ketiga, kondisi geografis dapat membuat alas kaki cepat putus, dan karena hutan, pakai alas kaki juga percuma karena kaki akan tetap kotor. Keempat, merasakan alam karena menggambarkan keseimbangan dan kelestarian alam

b) Permukiman orang Baduy. Berdasarkan observasi, rumah orang Baduy nampak seragam. Semua terdiri dari kayu, bambu, kiray “daun rumbia”, ijuk pohon aren, rotan dan batu yang diperoleh dari alam sekitar.
Permukiman masyarakat Baduy berbentuk panggung, oleh karenanya terdapat kolong antara lantai rumah dan tanah dengan ketinggian antara 50-70 cm untuk rumah di panamping dan 70 cm-1,5 meter untuk rumah di tangtu. Rumah orang Baduy besarnya sekitar 7X5 meter pada umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu sosoro dan tepas ’bagian luar’, imah dan musung ’bagian tengah’, serta parak ’bagian dapur’. Semuanya disekat dengan bilik. Lebih jelasnya rumah orang Baduy memeiliki ciri: 1) selalu menghadap utara-selatan, 2) tidak menggunakan tembok, kaca, dan paku, 3) tidak ada jendela. Untuk sirkulasi udara dan penerang ruangan, hanya terdapat lubang kecil pada bilik dinding rumahnya, 4) tidak memiliki pagar pembatas halaman rumah, 5) di tangtu atau Baduy Dalam, lahan yang digunakan membangun rumah tidak diratakan terlebih dahulu sehingga konstruksinya disesuaikan dengan struktur tanah. 6) di panamping atau Baduy Luar, tanah yang digunakan untuk membangun rumah, diratakan terlebih dahulu.




Rabu, 22 September 2010

PROFIL TCUKIMAY

TCUKIMAY adalah salah satu band THRASHPUNK yang berasal dari kota bandung, jawa barat - Indonesia. penggunaan dari kata TCUKIMAY sendiri, ”BUKAN ARTI SEBENARNYA” seperti yang diketahui khalayak masyarakat Indonesia pada umumnya .namun kata TCUKIMAY menurut kami mempunyai artian tersendiri yaitu ungkapan ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap berbagai sistem dan aturan atau pakem yang sudah ada, terutama dalam hal bermusikalitas!!dibentuk pada tahun 1999 dengan pormasi awal 5 orang, seiring waktu mengalami beberapa perubahan ,dan semenjak tahun 2006 hingga kini menjadi 4 orang yaitu;lookass (vocal),cuky (bass & back vocal),ndih slayer (guitar), ikiss (drum). Dalam bermusik TCUKIMAY tetap peka dan peduli akan budaya local, karena kesadaran akan keberagaman budaya di Indonesia, terutama dalam hal musikalitas. salah satunya adalah berkarya dan berkolaborasi dengan sejumlah musisi tradisi seperti iman zimbot (dari SMKI), mang ayi (tarompet sunda dari subang), tatang (spesialis kendang sunda) dan sejumlah musisi tradisi lainnya.hingga kini TCUKIMAY sendiri terus membuka diri untuk bereksplorasi dengan berbagai bentuk budaya, tanpa batasan geografis dengan tetap mempertahankan dan menjaga idealisme thrashpunk itu sendiri.dengan semangat menghargai perbedaan dan keberagaman, tetap menjalin persaudaraan dan kebersamaan.



SIMPATI TELAH MATI, TATKALA SERANGKAIAN HUJATAN PENDISKREDITAN HINGGA SEBUAH EJEKAN SERTA CIBIRAN BERSIFAT REPRESIFITAS MULAI BERMUNCULAN TANPA FAKTA YANG DETAIL. DAN TERINSPIRASI OLEH PERISTIWA YG PERNAH KAMI ALAMI TERSEBUT KAMI SEPAKAT MELAHIRKAN ANCAMAN MELALUI MUSIKAL DENGAN NAMA TCUKIMAY...!!!! KAMI MASIH PERCAYA DAN TERUS BERUSAHA MENGEMBALIKAN SERTA MENGHADIRKAN SEMANGAT KEBERSAMAAN, PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN MELALUI PESAN DIDALAM LIRIK KAMI. DAN KAMI MENCOBA TETAP BERIDENTITAS DI BALIK ALTER EGO KAMI INI, DAN SEBUT SAJA KAMI, THRASHPUNK!!!!

Jumat, 27 Agustus 2010

PROFIL JERUJI (HARDCORE PUNK BANDUNG)

Pertama berdiri tahun 1996, tepatnya pada tanggal 30 September. Awalnya sekelompok pemuda terdiri dari Aldonny, Heru, Dicky dan Hendra mencoba turut menyuarakan kepedihan mereka terhadap kehidupan. Dengan nama Mutant X mereka membawakan lagu lagu band kesukaan mereka. Seiring dengan perjalanan waktu mereka merasa nama Mutant X kurang Indonesia. Akhirnya terpilihlah Jeruji sebagai nama yang mewakili mereka pada saat dipanggil keatas panggung.

Perjalanan karier Jeruji meniti arus naik turun dan pahit manisnya panggung ke panggung. Hingga pada akhirnya mereka diajak terlibat dalam satu kompilasi klasik yang bertajug Bandung's Burning pada tahun 1997 yang di produksi oleh Riotic Recs dengan single No Really Competitions. Masih pada tahun yang sama Jeruji menerima ajakan untuk terlibat dalam satu kompilasi yang di produksi oleh label Tian An Men ..89 Recs dari Perancis dan masuklah single Pianjingeun pada kompilasi yang dirilis dalam bentuk Piringan hitam ukuran 7 inci dan beredar di Perancis dan negara eropa lainnya secara independen.

Pada tahun 1998 setelah sekitar 2 tahun mencoba dari panggung ke panggung underground scene di Indonesia akhirnya Jeruji menelurkan album perdananya secara independen dengan judul FREEDOM yang dirilis oleh 41 Recs Bandung. Pada tahun yang sama juga kompilasi Brain Beverages dirilis dan single Broken adalah lagu Jeruji yang terlibat didalam kompilasi yang dirilis oleh Harder Recs Bandung.

Ternyata gaung Jeruji sampai juga ke negara matahari terbit dan sebuah records company bernama All System Fail merilis kembali kompilasi yang berisi single Pianjingeun bekerja sama dengan Tian An Men ..89 Recs dalam bentuk compact disc dan dirilis pada tahun 1999. Didalam negeri sendiri Jeruji ternyata concern dengan tidak adanya skatepark yang representatif untuk para skateboarder bermain. Seiring dengan ide itu Jeruji diajak oleh ISA (Indonesian Skateboarding Association) dan Spills Records untuk membuat kompilasi yang keuntungannya diperuntukan pada pembuatan Skatepark. Single Drunk With Power menjadi salah satu lagu yang ada dalam A Ticket To Ride &quota benefit for local skatepark" yang dirilis oleh Spills Records.

Pada tahun 2000 Jeruji berubah formasi dan memutuskan untuk menambah personil sebagai bagian dari dinamisnya musik Jeruji. Robby mengisi posisi Gitar dan memberi nafas baru bagi Jeruji. Dan pada tahun ini juga Album Lawan dirilis oleh Napi Recs. Perjalanan panggung Jeruji ternyata tidak berhenti, tetapi malah semakin banyak dan mendewasakan masing masing personelnya.

Ide pembuatan Live Recording yang melibatkan penonton secara langsung memang belum ada waktu itu di Indonesia ternyata menarik untuk beberapa pihak. Dan akhirnya terwujud sudah dan melibatkan beberapa band pionir dan label independen di Bandung. Dengan tajug 4 Harvest Live Recording Jeruji bersama dengan Puppen, Forgotten dan Blind To See melakukan pertunjukan yang direkam secara live di Dago Tea House indoor pada tahun 2001 yang rencananya akan dirilis dalam bentuk kaset, CD dan VCD.

Pada akhir tahun 2003, formasi terakhir Jeruji yaitu Aldonny”Themfuck”, Heru, Robby, Sanny dan Opick telah merampungkan materi lagu untuk album yang ketiga. Setelah melalui proses negosiasi dan sign kontrak dengan salah satu perusahaan recording independen, akhirnya pada bulan Agustus 2004 album mereka yang diberi nama "3rd" album berhasil dirilis secara eksklusif oleh Subciety Records. Album tersebut berisikan 13 lagu dengan materi dan nuansa yang sangat berbeda dari album mereka sebelumnya. Sebagai Heat up bagi scene underground di Indonesia, Jeruji baru saja merampungkan Video Klip untuk Single Lawan. Namun setelah identitas diri kami mulai tumbuh di dalam sebuah komunitas yang cukup solid ini, akhirnya kami harus ditinggalkan oleh salah satu gitaris kami yaitu Heru dan sementara untuk mengisi kekosongannya posisi tersebut digantikan oleh Ayi sebagai additional. Line-up tersebut masih bertahan sampai sekarang, dan sekarang sedang dalam proses persiapan untuk pembuatan video klip beberapa materi lagu yang ada di "3rd" album.