Kamis, 25 Agustus 2011

KAIN TENUN BADUY SEBAGAI AMALAN TAPA


Dalam hal kehidupan duniawi, masyarakat Kanekes biasa berucap “sare tamba teu tunduh, madang tambah teu lapar, make tamba teu talanjang” artinya tidur sekedar pelepas kantuk, makan sekedar pelepas lapar, berpakaian sekedar tidak telanjang. Ungkapan tersebut sejalan dengan ajaran Sanghyang Siksakandang Karesian atau isi Kropak 630 “jaga rang hees tamba teu tunduh, nginumn twak tamba hanaang, nyatu tamba ponyo, ulah urang kajongjonan” artinya ingat kita tidur untuk sekedar pelepas kantuk, minum tuak sekedar pelepas haus, makan sekedar penghilang lapar, janganlah kita berlebihan. (Atja dan Saleh Danasasmita)

Kesamaan ucapan itu menunjukkan bahwa Kanekes masih mempunyai kaitan erat dengan tradisi masyarakat Sunda kuno. Kesederhanaan itu bukan disebabkan oleh ketidakmampuan ekonomi melainkan oleh ajaran hidup yang dianutnya. Untuk masyarakat Baduy kesederhanaan itu merupakan kewajiban yang harus dicoba diwujudkan dalam perilaku dan kenyataan hidup sehari-hari, karena perbuatannya sehari-hari itulah yang menjadi tapa masyarakat Baduy (iya twah iya tapa), sedangkan tapa itu menurut keyakinan mereka yang harus ditempuhnya. Sebagai masyarakat Baduy meninggalkan kesederhanaan berarti batal tapanya.


Kerja itu sama dengan tapa. Itulah makna perbuatan baik kepada kita. Buruk perbuatan buruklah tapa, cukup berbuat akan cukuplah tapa sempurna perbuatan akan sempurnalah tapa, karena perbuatan itu pulalah masyarakat Baduy berhasil dalam tapa. Makna dari tapa ialah orang harus tekun kerja (berladang), membuat benda keperluan sehari-hari, tidak bersaing antara sesama dan tidak hidup berlebihan semuanya sudah diatur karuhun.

Tidak ada hari tanpa bekerja baik pria maupun wanita, sesuai dengan posisi masyarakat Baduy, itulah makna dari tapa. Pria Baduy bekerja di ladang sedangkan wanita membuat kain tenun di rumah. Pekerjaan membuat tenun dilakukan pada saat menunggu waktu luang setelah para wanita Baduy mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kegiatan membuat kain tenun merupakan bentuk amalan tapa, karena membuat kain tenun merupakan pemenuhan kebutuhan sandang. Kain tenun yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan sandang dibuat sangat sederhana dengan hanya menggunakan motif geometris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar